Malam ini saya online chat di FB. Hal yang sangat jarang saya lakukan di FB karena dengan membuka chat FB, kecepatan laptop saya berkurang. Ini gara-gara diminta untuk membuat testimoni sebuah bisnis. Tiba-tiba satu window chat muncul dari mas Iwan.
Simak hasil chating saya dengan mas Iwan berikut ini :
Iwan : Allow bos, blm tdr nih?s
12:02amIwan : Allow bos, blom tdr neh?lg bikin projek apa nih skg?btw sy bljr buanyak bgt dr blog nya si bos:)
12:03amAryo : malam mas iwan. terima kasih. proyek masih berkutat di perumahan
12:06amIwan : Dah 2 bln ini sy terserang penyakit menular si bos: virus property! Puncak demamnya minggu ke-3 april ini sy mau peletakan batu pertama bikin 3 unit rmh pertama sbg ‘mahar’ jd developer kecil2an, mhn do’anya ya bos.
12:06amAryo : weits mantabs nih. lokasi dimana
12:09amIwan : Bandung timur. Kebetulan awal bln kmrn dpt kuasa ngjual tnh kluarga tp krn blm dpt2 aj pembelinya yah tak ‘modalin’ rmh dl aj di atasnya biar cpt laku, hehe
12:10amAryo : itu baru ACT NOW. otak kanan banged. saya tulis di status ya. agar virusnya menularr dengan ganaaasss. mohon ijin. hehehe
12:12amIwan : With my pleasure boss, tularkan!
12:14amAryo : done. see my status
12:20amIwan : Hahaha..jd pgn tambah kenceng neh larinya! Btw jgn kapok yah klo sy byk bertanya sm si bos nantinya.
12:20amAryo : siap
12:21am
Mas Iwan sudah terkena virus properti akut. Memang belum bicara laba. Tapi Mas Iwan sudah berani ACT NOW! Nanti gimana, gimana nanti! Asal ACTION terus. Salut!
Apa yang dapat dipelajari dari kisah ini? 1. Menjual properti yang besar lebih sulit daripada properti yang kecil. Itulah mengapa Mas Iwan memecah lahannya menjadi 3 kapling untuk memudahkan penjualan. 2. Di masing-masing kapling dibangun rumah untuk dijual pula, sehingga meningkatkan laba atas penjualan. 3. Karena lahan sudah ada, modal yang dikeluarkan untuk mendanai proyek, relatif lebih kecil. 4. Dengan membuat properti kecil-kecilan, setidaknya perekonomian daerah setempat akan tergerak. Toko besi akan tambah pelanggannya yakni mas Iwan. Tukang dan Mandor akan dapat order dari mas Iwan. Konsultan properti seperti saya, mungkin juga kecipratan keuntungannya (Hehehe… yang ini bercanda. Free konsultasi untuk mas Iwan. Dedikasi saya untuk membangun Indonesia dengan Properti). And so on… and so on…
Semoga kisah ini mampu menularkan virus properti yang memang akut. Think Big, Start Small, ACT NOW!!! Siapa berani ?
Mas ,
tolong dijelaskan poin ke-2 ” Di masing-masing kapling dibangun rumah untuk dijual pula, sehingga meningkatkan laba atas penjualan”.
Peningkatan laba atas penjualan, apa ada bedanya antara rumah siap huni/jual dengan kavling siap bangun? Mana yang lebih menguntungkan?
Rumah siap huni jelas keluar uang lebih besar to, mas?
Suwun atas penjelasannya
gini boss… kalau jualan kapling itu kendalanya harga pasaran tanah sudah ketahuan..
sedangkan jualan rumah, harga jualnya gelap
jadi kalau mau untung besar di jualan kapling, harga beli tanahnya harus dibawah harga pasar
mantab boz…. salut bgt deh bagi yg udah ketularan virusnya dan berani ‘action now’…
selanjutnya………. saya…. semoga…
amin.
^_^
gw demen nih yg beginian boss..
Salam kenal mas,
saya mau juga nih ketularan virusnya, ceritanya hampir sama saya dititipi untuk menjual tanah keluarga, cuma masih bingung untuk modal membuat rumahnya…… bisa dikasih pencerahannya.
Mas Aryo, sharing macem gini bagus banget. Saya yang masi pegawai, namun punya mimpi tuk terjun di dunia property, makin kebuka pikirannya dan kebraniannya, apa lagi kalau ada janji dari Mas Aryo, kalo bingung/kuatir boleh nanya. CONGRATZZZZZZ…….. atas upayanya ya Mas, ayo majukan terus insan2 properti Indonesia, terutama pemain peman barunya……… Jadilah Pemimpin kami. Salam Sukses.
Mantabs Mas