Sewaktu menjalankan promo coaching clinic PROPERTY UNIVERSITY untuk Angkatan I di Jakarta bulan Januari 2010, sahabat saya, sebut saja FS, sangat berminat. Berminat karena dengan modal kecil, bisnis developer sudah bisa dijalankan. Dan pada akhirnya sahabat saya ini mengikuti kelas PROPERTY UNIVERSITY di Jakarta.
Di lain tempat, 2 orang sahabat saya lainnya di milist YUKBISNISPROPERTI sedang menjalankan beberapa proyek perumahan di seputaran Jakarta. Mereka adalah DA dan II. Dua wanita tangguh di dunia bisnis ini. Mereka mengalami kesulitan permodalan untuk salah satu proyeknya di Bogor. Dalam beberapa kali email, dua sahabat saya ini meminta tolong untuk dicarikan pemodal. Well, insya Allah!
Kembali ke FS. Beliau setelah beberapa bulan, saya melihat belum action setelah lulus dari kelas. Saya sempat berpikir untuk menggandeng FS masuk dalam proyek-proyek saya. Tapi proyek yang mana lagi? Kelihatannya kursi sudah penuh.
Cerita menjadi berubah ketika 3 sahabat saya ini hadir dalam launching Ebook The PROPERTY DEVELOPER di Jakarta pada bulan Maret 2010. Kami, saya, DA, II, FS dan beberapa lainnya sempat terlibat pembicaraan tentang bisnis developer properti. Tiba-tiba DA bertanya, “mas gimana proyek saya?”. Tanpa babibu, saya tunjuk saja FS yang berdiri di samping saya. Saya bilang, “nih, bisa nih ngemodalin proyeknya mbak.”. Akhirnya mereka bertiga terlibat pembicaraan tentang proyek di Bogor. Bertukar nomor handphone dan janjian untuk survey lokasi di esok harinya.
Tepat 3 hari setelah pertemuan tersebut. Saya dan FS sepakat bertemu untuk membicarakan proyek Bogor di Cheese Cake Factory, Tebet. Masalah yang dihadapi adalah lahan dalam pengawasan Bank. Developer membutuhkan modal untuk membebaskan lahan. Beberapa alternatif cara kami bicarakan di sana. Namun sebisa mungkin menghindari mengeluarkan modal sebanyak itu untuk menutup lahan.
Beberapa alternatif tersebut :
1. Promo dan jual unit rumah dengan uang muka 30%, namun pembangunan dan proses KPR dimulai pada bulan keempat. Dengan demikian penerimaan uang muka dapat untuk melunasi hutang di Bank.
2. Negosiasi dengan Bank untuk restrukturisasi hutang dengan cara pembayaran per kapling. Bunga ditanggung oleh developer.
3. Tutup hutang yang artinya mengeluarkan modal yang lumayan untuk melepaskan dari cengkraman bank. Tapi ini adalah alternatif terakhir.
Beberapa hari kemudian, saya membaca Facebook sahabat saya FS, bahwa dia sudah untung 60 Juta. Selang beberapa jam, keuntungan sudah naik jadi 100 Juta. Wow! Saya sendiri jadi bertanya-tanya. Bagaimana nih caranya? Hehehe… Untuk tahu lebih lanjut, sahabat saya FS akan bercerita lebih detail di Coaching Clinic PROPERTY UNIVERSITY Angkatan II Bandung yang akan diselenggarakan pada tanggal 17-18 April 2010.
Ya.. begitulah indahnya silaturahmi. Satu pihak bersilaturahmi lewat milist. Satu pihak bersilaturahmi lewat jalur alumni PROPERTY UNIVERSITY. Allah mempertemukan kami. Tugas saya sebagai pencari modal untuk DA dan II sudah selesai. Tugas saya sebagai mentor PROPERTY UNIVERSITY untuk FS juga sudah selesai. Semoga ini menjadi berkah untuk semuanya. Selamat berjuang saudaraku. Majukan Indonesia dengan PROPERTI. Aamiin!
Luar biasa bro..
tidak ada kebaikan dibalas pula dengan kebaikan pula
silaturahmi memang jurus pamungkas pintu rezeki….
sip mas aryo.di doa-in semoga berkah ….
salam property !
aamiin 99x
Yth Mas Aryo,
Kenalkan saya pendatang baru.
Saya bersyukur bisa menemukan wadah berkeluh kesah mengenai bisnis properti.
Kebetelun setelah keliling2 cari lahan saya menemukan pemilik tanah yang mau bekerja sama dengan pembayaran bertahap sampai dengan 1 tahun. Luas lahan total kurang lebih 2 Ha, bisa dipecah tiga tahap pengerjaan.
Lokasi di Pitara, Pancoran Mas Depok. Akses pinggir jalan dilewati angkot, kurang lebih 2 Km dari Carefour dan pusat kota, harga 400rb/m, lokasi dikelilingi saluran air, jauh dari sutet dan makam.
Saya sudah pernah undang kepala BTN untuk menaksir perolehan KYG dan kelayakan proyek.
Saya sudah mengecek ke tata ruang untuk peruntukan dan perijinan tidak ada masalah.
Dana saya minim, mohon kalau ada teman yang bisa menjadi partner.
Sekian terima kasih
Wasalam
Sigit