Bisnis dan Agama? Pasti Bisa…


Semua orang mengetahui bahwa saya bekerja di bidang perumahan. Namanya saja perusahaan pengembang atau developer. Tentu pekerjaannya adalah mengembangkan. Mengembangkan kawasan yang dulunya tidak komersil menjadi kawasan yang komersil. Hanya saja misi kami (saya dan perusahaan tentunya) adalah syiar agama Islam. Bagaimana menggabungkan bisnis dengan agama.

Islam adalah agama yang kami yakini betul memberikan petunjuk melalui Al Qur’an dan Sunnah Rasul. “Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu, (Muhammad dengan mukjizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (Al Qur’an).”, (An Nisa’ (4) ; 174). “(Al Qur’an) ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa” (Al Imron (3) ; 138).

Jadi bagaimana menggabungkan bisnis (perumahan) dengan agama?.

Pertama dengan niat yang tulus ikhlas bahwa setiap yang kita miliki adalah kepunyaan Allah dan hanya kepada Allah-lah kita kembali. Dan niat untuk membantu sesama untuk memenuhi kebutuhan pokoknya, yakni papan. Dan niat untuk membangun lingkungan yang sejahtera. Dan niat-niat baik lainnya. Yang jelas bukan niat untuk semata-mata mencari laba sebesar-besarnya dan bermain dengan “penggaris keuangan “ ciptaan Yahudi, yakni time value of money. Lebih lanjut tentang time value of money akan saya bahas berikutnya. Insya Allah.

Kedua adalah konsep yang jelas tentang perumahan itu sendiri. Dalam hal ini saya berbicara tentang bisnis perumahan. Bahwa setiap perumahan yang sedang dan kelak akan dibangun harus memiliki manfaat yang lebih tidak sekedar tempat tinggal. Bicara fasilitas perumahan, sebenarnya ya hanya begitu-begitu saja. Maka kami tambahkan konsep syiar. Wujudnya? Kami selalu rencanakan membangun masjid sebagai fasilitas sentral umum. Tidak hanya masjid, tetapi kami sediakan Ustad-ustad untuk memakmurkan masjid tersebut. Tidak hanya berhenti di ustad-ustad, kami fasilitasi dengan program-program syiar dari pengajian rutin sampai dengan privat. Insya Allah silaturahmi selalu terjaga, ibadahnya terjaga, tujuan bisnis tercapai, niat kita tercapai dan keuntungan finansial pasti akan mengikuti meski bukan itu yang kami kejar sebagai tujuan utama.

Masjid sebagai sentral, Ustad-ustad sebagai pembimbing dan program-program rohani sebagai pendukungnya adalah konsep pesantren. Rumah-rumah, fasilitas, utilitas adalah konsep perumahan. Apa yang sedang kami kembangkan adalah konsep pesantren dalam perumahan atau perumahan yang pesantren.

Ketiga adalah pelaksanaan dan pengawasan. Seperti pelaksanaan dan pengawasan secara umum dalam bisnis dan manajemen. Dimana ada visi dan misi, sistem dan standar prosedur, wewenang, delegasi wewenang dan garis komando, deskripsi kerja dan goal setting, rapat rutin dan briefing. Tidak jauh beda, hanya saja kami lebih menekankan kepada silaturahmi, peningkatan pemahaman tentang agama Islam dengan program rutin membaca Al Qur’an dan Hadist serta sholat berjamaah, peningkatan sense of crisis dengan perwujudan sedekah serta tahajud, dan bekerja cerdas, bukan bekerja keras serta memandang suatu masalah sebagai masalah bersama.

Keempat adalah kembali kepada Allah sebagai Maha Penolong. Maka kita wajib bersyukur dengan nikmat dan rizki yang diberikan oleh-Nya. “Dan jika mereka berpaling, maka ketahuilah bahwasanya Allah Pelindungmu. Dia adalah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.” (Al Anfaal (8) ; 40) .

Bukan bermaksud menyombongkan diri, tetapi saya coba memberikan bukti nikmat dan rizki Allah kepada kami sebagai developer. Berikut beberapa buktinya.

Proyek kami Pesona Kotagede terletak di Yogyakarta, ditinjau secara lokasi mungkin sangat tidak marketable. Berlokasi di belakang kuburan. Untuk masuk ke lokasi harus melalui samping kuburan sepanjang 50 m. Mempunyai rumah di dekat makam bagi sebagian orang Jawa kurang baik. Kira-kira fengshui jawanya seperti itu. Dari 28 unit, masih terdapat 9 unit yang belum terjual. Alhamdulillah.

Penjualan ini sudah bagus mengingat lokasi kami yang di Jogja bagian selatan (daerah Jogja bagian utara adalah favorit) dan dibandingkan dengan perumahan yang berada di sekitar kami. Alhamdulillah, kami masih bagus.

Proyek Graha Pittaloka, berlokasi di Kota Cirebon. Awal proyek, Desember 2005, sebelum lahan kami olah, penjualan rumah sudah mencapai kurang lebih 10 unit. Ingat, LOKASI BELUM DIOLAH SAMA SEKALI. Saat ini sudah terjual 45 unit dari total 73 unit. Penjualan ini sangat fantastis untuk rumah dengan harga jual 170an – 380an Juta. Alhamdulillah.

Proyek kami berikutnya Graha Bima Terrace, berlokasi di belakang Stadion Bima, Kota Cirebon. Jalan akses lebih rumit dari Graha Pittaloka meski tidak seseram Pesona Kotagede. Sampai saat ini baru terjual 25 unit dari total 130 unit. Tidak begitu bagus dibanding dengan perumahan lain yang menawarkan tipe yang sama, kira-kira kami berada di posisi ketiga. Belum menjadi yang pertama. Alhamdulillah. Strategi sudah dibenahi dan kami siap berlari menjadi yang pertama. Insya Allah.

Kembali lagi bahwa kami (khususnya saya) tidak bermaksud untuk menyombongkan diri. Justru apa yang saya sampaikan adalah cambuk untuk bekerja lebih baik lagi. Untuk ukuran kami sebagai developer kecil dengan modal kecil, pencapaian-pencapaian tersebut di atas adalah karunia Allah semata. Demi Allah, semua ini karunia Allah.

Dan petunjuk Allah ada dalam Al Qur’an dan Al Hadist. Semua ada di sana. “(Al Qur’an) ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa” (Al Imron (3) ; 138). “(Al Qur’an) ini adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia, dan supaya mereka diberi peringatan dengannya, dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran.” (Ibrahim (14) ; 52). So, jalankan bisnisnya, ambil petunjuknya di Al Qur’an. Gampang kan?!

Bagaimana dengan bisnis anda? Masih mau jadi sekuler?

Tjirebon, 11 Desember 2006, 3.32 WIB

About these ads

2 thoughts on “Bisnis dan Agama? Pasti Bisa…

  1. baru tahu websitenya mas aryo, ketika membaca artikel ini saya langsung berdoa agar bisa seperti bos Aryo, jadi pengusaha property. Salam kenal bosss …..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s